Senin, 27 April 2009
1. Booting tidak sempurna
a. Komputer Mau Booting, Tetepi Selalu”Safe Mode”
Masalah:
Pada saat computer booting tiba-tiba Sistem Operasi Windows merekomendasikan pemakai untuk menggunakan Safe Mode. Setelah dipilih pilihan Safe Mode tersebut, ternyata computer tidak dapat dioperasikan sebagaimana mestinya. Tidak bisa mencetak, tidak bisa menampilkan full color. Bahkan hampir semua driver tidak dapat aktif pada mode ini.
Solusi :
Masuknya system posisi Safe Mode, berarti ada yang tidak beres dalam system computer. Hal itu dapat disebabkan karena beberapa hal seperti hilangnya file system, driver dan file penting lainnya dari Windows dapat memaksa Windows tampil dalam safe mode. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat anda kerjakan jika sistem Windows anda sering booting dalam kondisi safe mode.
• Restart kembali windows pada computer anda dan paksakan untuk menggunakan normal mode. Jika terdapat kesalahan system, biasanya Windows akan mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan error tersebut, anda dapat mencatat dan mengkonsultasikan hal itu pada Microsoft. Hubungi situs Microsoft Coorporation pada bagian Technical Support di http://support.microsoft.com/support.
• Jika perlu, anda dapat menginstal ulang system windows. Jika langkah ini yang anda pilih, jangan lupa untuk mem-back up semua data penting anda ke media penyimpanan lain baik disket, CD atau harddisk yang lain.
• Jika dengan instalasi ulang ternyata Windows tetap masuk ke Safe Mode, maka kemungkinan lain yang menyebabkannya adalah kerusakan di bagian dalam hard disk. Untuk memeriksanya, masuk saja ke safe mode dan lakukan scan disk dulu harddisk anda. Klik start menu programs, programs, accessories, system tools dan yang terakhir pilih scan disk.
b. Komputer Mau Booting Tetapi Proses Boot Lambat
Masalah
Komputer bisa booting dan masuk system operasi, tetapi proses booting sangat lambat padahal jika dilihat dari spesifikasi computer yang ada, tidak sharusnya proses booting selambat ini.
Solusi
Jika komputer yang lambat dalam melakukan proses disebabkan karena spesifikasi prosesor dan kapasitas memori yang rendah, memang sudah demikian halnya.Tetapi jika spesifikasi computer yang sudah ada cukup memadahi sedangkan proses booting masih lambat, itu yang harus dicari Solusinya.
Komputer yang terlalu lambat melakukan proses booting, biasanya disebabkan karena terlalu banyaknya program yang diupload pada saat star up. Hal itu dapat membuat computer boros memori . untuk mengatasi hal itu, coba lakukan langkah- langkah sebagai berikut:
• Tutup semua aplikasi yang sedang aktif pada computer.
• Kemudian muncul kotak dialog system configuration Utilities dengan melakukan klik terhadap Start Menu Program > run.
• Ketikkan “MSCONFIG” pada kotak open dantekan tombol Enter. Hal itu akan memunculkan kotak dialog system configuration utilities.
• Klik tab starup pada kotak dialog tersebut. Tanda centang yang muncul pada kotak dialog ini merupakan daftarprogram –program yang aktif sejak Windos dijalankan . jika tanda centang cukup banyak, makahilangkan beberapa yang tidak Anda anggap perlu dan biarkan hanya terdapat pad program yang peril saja. Sebagai contoh hilangkan saja tanda centang pada program-program sepertie-mail client. Messenger, Microsoft office start-up dan aplikasi lainnya yang sebetulnya dapat dibuka kapan saja.
• Klik tombol Apply dan OK untuk mengaktifkan. Dan klik YES pada konfirmasi untuk merestart system anda
Lakukan pengontrolan daftar start-up program itu secara rutin, agar pemakaian memori system anda terjada dengan baik.
Masalah PC tidak mau booting kerapkali menghantui para pemakai komputer. Berbagai alasan bisa menjadi faktor penyebab mengapa PC tidak mau booting. Berikut ini akan saya utarakan beberapa masalah dan pesan kesalahan ketika PC melakukan booting beserta jalan keluarnya.
Semoga bermanfaat.
1. PC selalu tidak ingin reboot
- Tunggu beberapa saat lalu tekan kembali tombol power.
- Cek kabel power dibelakang PC.
2. PC tidak ingin reboot setelah penambahan kartu/hardware
- Lepas kabel power.
- Buka casing.
- Cek posisi kartu, sudah pas atau belum.
- Tancapkan kembali kabel power lalu coba reboot kembali.
3. Pesan CMOS Checksum Failure / Real Time Clock Failure
- Penyebabnya adalah baterai CMOS anda telah habis.
- Buka casing.
- Ambil baterainya dan tukarkan dengan yang baru.
- Masih belum bisa? Penyebabnya bisa jadi pada kerusakan chip CMOS.
4. Pesan RAM Bad / Memory Parity Error XXX
- Penyebabnya ada pada RAM.
- Buka casing.
- Cek posisi RAM, apakah sudah menancap pada socket dengan sempurna.
- Cek apakah aturan-aturan dalam pemasangan RAM telah terpenuhi, seperti
pemasangan harus dimulai dengan socket awal / first bank.
- Coba tes kondisi RAM anda dengan memasangnya satu persatu lalu coba direboot.
Singkirkan RAM dengan kondisi bad.
5. Pesan Keyboard Bad
- Penyebabnya adalah pada Keyboard.
- Periksa sambungan kabel keyboard di belakang PC.
- Masih belum bisa? Coba ganti dengan keyboard teman anda.
- Masih belum bisa? Kerusakan ada pada chip keyboard di motherboard.
6. Pesan Data Error Reading Drive X
- Penyebabnya ada pada hardisk.
- Coba reboot beberapa kali.
- Bila bisa booting, selamatkan segera data penting anda dan system file.
- Bila tidak bisa, cek sambungan kabel hardisk ke motherboard dan ke power supply.
7. Pesan Disk Configuration Error / DMA Error On Boot
- Penyebabnya adalah motherboard tidak mendukung hardisk yang baru anda pasang.
- Coba ganti dengan hardisk lainnya.
8. Pesan FDD Cotroller Failure
- Penyebabnya adalah pada floppy disk drive.
- Masuk ke Setup BIOS.
- Disable-kan drive A atau B kemudian save lalu exit.
- Reboot PC.
- Masih belum bisa? Buka casing dan cek kabel pada FDD.
- Coba ganti dengan FDD yang lainnya.
9. Pesan Internal Chace Test Failed
- Buka buku manual motherboard anda.
- Periksa apakah prosesor yang anda gunakan telah compatible dengan motherboard.
- Kemungkinan jawabannya adalah belum dan anda harus mengupgradenya.
10. Pesan Disk Configuration Error / DMA Error On Boot
- Penyebabnya adalah motherboard anda tidak mendukung hardisk baru anda.
- Bila ada dana, ganti dengan motherboard baru.
11. Pesan Unlock System / Unit Keylock
- Penyebabnya karena sistem anda tengah terkunci.
- Cari tempat kunci tersebut pada PC.
- Buka kuncinya.
- Reboot kembali.
12. Tips Agar Booting Tetap Lancar
- Ketika PC tengah booting, klik F8
- Pada pilihan menu pilih “Step by step Confirmation”
- Anda akan dihadapkan pada pertanyaan pertanyaan untuk meload driver dan fungsifungsi
tertentu.
- Tekan Y untuk meload berikut ini: Dblspace driver, Himem.sys, Ifshlp.sys, Dblbuff.sys,
GUI. Tekan N untuk pilihan lainnya.
- Edit config.sys dengan program text editor seperti edit atau notepad.
- Tambahkan REM pada tiap baris yang diawali dengan DEVICE= atau DEVICEHIGH=.
- Edit autoexec.bat.
- Tambahkan REM pada tiap baris yang diawali dengan LH.
2. BIOS memunculkan kode
BIOS, singkatan dari Basic Input Output System, dalam sistem komputer IBM PC atau kompatibelnya (komputer yang berbasis keluarga prosesor Intel x86) merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu melakukan hal-hal berikut:
1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
2. Memuat dan menjalankan sistem operasi
3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
BIOS menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah, dan dapat mengendalikan banyak jenis perangkat keras (seperti keyboard). Karena kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS umumnya dibuat dengan menggunakan bahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan.
Anda Harus Tahu Kode Beep BIOS Pada Komputer Anda !!
|
[BIOS ] Problem / Masalah pada komponen PC atau Controller bisa dideteksi dengan suara yang keluar dari spiker saat BIOS melakukan POS (Power On Self-Test). Bunyinya berbeda-beda tergantung masalahnya.
Kode Beep AMI BIOS :
* 1 beep pendek DRAM gagal me-refresh
* 2 beep pendek sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memory)
* 3 beep pendek BIOS gagal mengakses memory 64 KB pertama. Cobalah ubah posisi kartu RAM pada Slot Lain.
* 4 beep pendek Timer pada sistem gagal bekerja
* 5 beep pendek Motherboard tidak bisa menjalankan processor. Bisa jadi karena ada komponen yang berinterferensi dengan sistem.
* 6 beep pendek Controller pada keyboard tak bisa berjalan normal
* 7 beep pendek Video mode error. Pocessor tak bisa mengetest virtual mode secar complete.
* 8 beep pendek Tes memory VGA gagal. Motherboard tak bisa menulis frame buffer kartu video.
* 9 beep pendek Checksum error ROM BIOS bermasalah. Bisa dikarenakan kode BIOS yang tersimpan di chip mengalami corrupt.
* 10 beep pendek CMOS Shutdown Read/Write mengalami error. Setelah BIOS tak bisa diakses Motherboard.
Masalah:
Untuk keamanan computer, dilakukan pemberian password pada BIOS. Tetapi setelah beberapa waktu menggunakannya, pengguna computer lupa akan password tersebut sehingga saat menghidupkan computer, anda tidak masuk ke system operasi.
Solusi :
Cara yang paling mudah untuk mengatasr hal tersebut adalh dengan mencabut baterai CMOS yang ada pada computer atau melakukan hubungan pendek pada baterai tersebut. Tetapi sebelum membonkarcasing PC anda, tidak ada salahnya jika anda mencoba beberapa password alter natif seperti yang di bawah ini. Password alternative tersebut diberikan oleh produsen BIOS sebagai defauolt password. Sebagai catatn, setiap versi BIOS memilki password sendiri-sendiri. Dan di bawah ini hanya akan menyampaikan beberapa password default untuk dua produsen BIOS yaitu AMI dan AWARD
Beberapa password default untuk AMI BIOS :
• A.M.I
• AMI
• AMI_SW
• AMI?SW
• BIOS
• HEWITT RAND
• LKWPETER
• PASSWORD
Sedang berikut ini adalah beberapa password sefault untuk AWARD BIOS
• 589589
• ALLY
• ALFAROME
• AWARD_SW
• AWARD?SW
• AWKWARD
• BIOSTAR
• CONCAT
• HLT
• 1256
• 1262
• LKWPETER
• SER
• SKY_FOX
• SYXZ
3. Problem ketika menjalankan computer
Masalah:
Computer sering hang
Komputer bisa booting dengan baik dan normal.tetapi saat dipakai bekerja,computer seringkali mengalami hang dan macet secara tiba-tiba.Kondisi pada saat hang pun bermacam-macam.Mulai dari program yang tak mau berjalan,mouse tak dapat digerakkan Keyboard tidak berfungsi,sampai muncul blue screen.hal itu tentu saja sangat menggangu pekerjaan karena seringkali data hilang karena lupa belum disimpan pada saat bekerja.
Solusi:
Banyak hal yang bisa terjadi dan menyebabkan computer seringmacet atau hang.Tetapi secara garis besar,yang menyebabkan computer sering hang karena software mengalami crash dan hang yang disebabkan karena hardware yang mengalami crash.Jika computer sering hang karena software mengalami crash,coba lakukan hal-hal berikut:
• Tekan kombinasi tombol [ctrl+[alt]+[del] secara bersamaan.bila kotak dialog close program muncul,maka akan terdapat beberapa program aktif yang mempunyai keterangan ‘not responding’ program itulah yang menyebabkan computer hang.
• Klik pada program yang hang tersebut, kemudian klik “end task” untuk mematikan program tersebut.tutup juga program-program yang tidak perlu.
• Jika computer masih hang jalan satu-satunya adalah merestartnya.
4. Problem di Processor/CPU
Masalah:
Pasang prosesor baru tetapi tidak terdeteksi.Tetepi pada saat booting pertama kali, ternyata speed CPU yang tampil di BIOS tidak sama dengan angka default prosesor baru tersebut.
Solusi:
Jika pada saat booting pertamakalisetelah mengganti prosesor, ternyata speed CPU yang tampil di BIOS tidak samadengan angkka default prosesor baru maka lakukan langkahpengecekan sebagai berikut:
• Cek kembali CPU apakah sudah terinstall dengan tepat.
• Jika CPU sudah terpasang dengan tepat,tetapi tetap tidak terdeteksi dangan baik , coba cek setting motherboard.Apakah jumper –jumper yang ada telah terpasang dengan benar?
• Hati-hati untuk langkah ini. Paling tidak anda harus memahami posisi CPU yang tepat dangan mempelajari buku manual prosesor.Jika perlu panggil teknisi atau yang lebih berpengalaman untuk mendampingi anda.
5. Problem di Memory
Hal yang menyebabkan Windows lebih sedikit mendeteksi RAM dari yang sebelumnya :
1. "Kerusakan" fisik". Untuk mengatasinya Anda harus memeriksa kondisi fisik RAM tersebut. Buka casing komputer Anda, lalu cabut RAM tersebut. Bersihkan apabila RAM dan socketnya kotor. Periksa juga apakah ada karat. Anda juga harus memastikan bahwa RAM tersebut dari bahan yang sama (keemasan atau keperakan). Jika berbeda, sebaiknya Anda mengganti RAM tersebut.
2. ROM Shadowing Pada beberapa BIOS dan driver 16 bit, kadang-kadang memakai sebagian (baca : sedikit) RAM sebelum Windows dijalankan. Beberapa BIOS juga terdapat feature ROM shadowing yang akan mengcopy isi dari system dan video BIOS ROM ke RAM guna meningkatkan performa komputer (Pada DOS dan Windows 3.1 ). Hal ini karena kecepatan ROM lebih rendah dari RAM. Tetapi jika Anda memakai Windows 95/98/NT dengan memori yang minim sebaiknya feature ROM shadowing dimatikan saja (dari CMOS setup), karena Windows 95/98/NT jarang sekali mengakses ROM sehingga RAM tersebut dapat digunakan oleh Windows.
3. Penggunaan VGA card on board. Jika misalnya Anda memiliki RAM 32 Mb dan VGA card 2 Mb, maka RAM yang dapat digunakan hanya sebesar 30 Mb (32 Mb - 2 Mb). Jadi sebaiknya jangan memakai VGA card on board.
4. Terdapat driver atau program yang dijalankan dari config.sys atau autoexec.bat yang bekerja menggunakan RAM. Solusinya : Edit file autoexec.bat dan config.sys dengan menggunakan Notepad. Lalu editlah pada baris yang "mencurigakan" atau yang kira-kira digunakan untuk me-load program. Bila ketemu tambahkan kata REM (tetapi bila Anda menambahkan kata REM maka program tersebut tidak akan di-load/dijalankan). Bila Anda memakai driver CD-ROM 4x dari Teac, ubahlah parameter xmssize= -1 pada autoexec.bat menjadi xmssize=0.
5. Virtual device driver dijalankan dari system.ini. Untuk mengatasinya buka system ini dengan cara klik Start - Run - ketikkan sysedit. Pilih system.ini. Lalu editlah pada baris yang kira-kira digunakan untuk meload virtual device driver. Alternatif lainnya adalah dengan membuat file system.ini yang baru.
6. Terdapat baris Maxphyspage pada file system.ini Silakan lihat pada file system.ini, apakah terdapat baris Maxphyspage atau tidak. Jika ya, hapus baris tersebut.
7. Kesalahan pada CMOS setting. Pada beberapa komputer terdapat feature Memory Hole at 16 Mb atau Hold to 15 Mb RAM. Jika feature tersebut di enable maka jika Anda memiliki RAM yang lebih besar dari 15 Mb atau 16 Mb, Windows tetap akan mendeteksi sebesar 15 Mb atau 16 Mb. Untuk mengatasi hal ini, silakan di disable feature tersebut.
8. Meload Ramdrive.sys dari config.sys Check your Config.sys file for a line containing "Ramdrive.sys." If you have this line, it means you are using a RAM drive. To disable the RAM drive, remove or disable the line in the Config.sys file that contains "ramdrive.sys." To disable the line, use a text editor (such as Notepad) to edit the Config.sys file and place a semicolon (;) at the beginning of the line. Buka file config.sys dengan Notepad. Cek pada file tersebut, apakah terdapat baris ramdrive.sys. Jika ya, hapus baris tersebut
Setelah menambah RAM, mengapa RAM yang terdeteksi masih sama ?
Setelah Anda menginstall RAM, Anda harus melakukan Setup BIOS ulang. Caranya, pada saat pertama kali menghidupkan komputer sampai muncul logo BIOS, tekan Del (untuk beberapa komputer mungkin Ctrl+Alt+Del atau kombinasi key yang lain). Setelah selesai, pilih Save Setting and Exit. Sebagai tambahan informasi untuk setting tersebut, Anda bisa membaca pada manul booknya.
Mengapa terjadi error setelah saya menginstall RAM baru ?
Anda bisa melihat pada manual booknya. Untuk beberapa BIOS : Jika Anda menginstall (misalnya) 2-4 Mb SIMMS dan 2-8 Mb SIMMS, Anda harus meletakkan RAM yang lebih besar pada Bank 1.
Setelah saya menginstall RAM baru, mengapa sering terjadi Blue Screen ?
Pada komputer yang menggunakan bus 66 MHz (Pentium 133 atau yang lebih tinggi), dibutuhkan RAM dengan kecepatan 60 ns atau yang lebih tinggi. Anda bisa saja menggunakan RAM dengan kecepatan yang lebih kecil dari 60 ns tapi Anda harus mengubah setting Wait State pada BIOS. Ubahlah setting tersebut dari 0 (nol) menjadi 1 (satu).
Mengapa muncul tulisan Parity Check Error ?
Tulisan parity check error dapat muncul jika terdapat kerusakan pada salah satu RAM, salah satu proses DMA tidak berjalan dengan lancar, atau karena terdapat virus parity boot pada hard disk Anda.
6. Problem di Disk(Media Penyimpanan Data)
Masalah:
Harddisk failure
Setelah melakukan Power On self test,BIOS melaporka pesan kesalahan’harddisk failure”Setelah itu proses booting koputer berhenti dan gagal menghidupkan system
Solusi:
• cek pada setup BIOS apakah masih dapat mendeteksi harddisk
• jika ternyata harddisk tak dikenali cek dahulu sambungan sambungan kabel harddisk yang ada didalam casing mungkin ada yang longgar ataupun tidak menancap dengan benar.
• Jika harddisk tetap tidak dikenali konsultasikan kepada oramg yang ahli dengan harddisk.
7. Problem video
1) Permasalahan pada monitor
2) Analisa & solusi :
1. Lihat lampu indikator
2. Cek pengatur brightnes dan contrast
3. Lihat tampilan self test pada layar
4. Perikasa kabel power pada monitor
5. Perikasa hubungan kabel kabel data pada port video out dan display adapter
3) Penyebab lain :
1. Kerusakan kartu display adapter (bunyi normal : bip … & bunyi ada masalah : biip…bip…bip…bip)
2. Memori / RAM
4) Permasalahan display adapter :
5) Analisa & solusi :
1. Cek perangkat keras dan lunak display adapter
2. Pengaturan resolusi display adapter dengan cara restart pada safe mode dengan tekan F8, klik kanan desktop pilih properties dan pilih tab setting. Pada tab setting turunkan resolusi display dan pilih apply – OK.
6) Penyebab lain :
1. Kerusakan pada operating system dan perangkat keras (hardware itu sendiri)
8. Problem suara
Umumnya suara 'beep' akan keluar tiap kali komputer melakukan proses booting atau proses menyala sebelum akhirnya komputer berhasil masuk kedalam sistem operasi yang bertengger didalam komupter kita.
Namun tahukah anda bahwa suara 'beep' tersebut diciptakan bukan tanpa alasan. coba anda perhatikan, berapa banyak jenis suara beep yang pernah anda dengar keluar dari dalam komputer anda?
Bagi seorang troubleshooter (sebutan untuk seorang yang menganalisa masalah pada komputer) 'beep' pada komputer merupakan alat bantu yang sangat bermanfaat dalam menganalisa sebuah masalah. Jenis analisa ini dinamakan sebagai analisa suara, biasanya akan sangat membantu dalam mengetahui dengan pasti masalah2 seputar kegagalan proses booting pada komputer.
Ada beberapa jenis 'beep' pada komputer yang sering sekali kita dengar, diantaranya adalah :
1. Bunyi 'beep' pendek 1 kali, mengindikasikan bahwa komputer anda telah berhasil melakukan dan menghidupkan semua komponen yang dibutuhkan untuk proses boot-up komputer. Jika bunyi ini yang terdengar tetapi PC anda tidak juga menyala, coba anda cek kabel VGA anda, apakah sudah terpasang dengan benar atau tidak, atau coba cek monitor anda, apakah monitor anda sudah berfungsi dengan baik atau tidak. Sebaliknya, jika komputer berhasil menyala tetapi tidak ada suara 'beep' sebelumnya...coba anda cek internal speaker pada motherboard anda, atau cek motherboard atau bila perlu silahkan cek setingan pada bios anda.
2. Bunyi 'beep' pendek 2 kali, artinya ada masalah pada konfigurasi atau seting pada CMOS.
3. Bunyi 'beep' panjang 1 kali dan pendek 1 kali, artinya ada masalah pada perangkat keras Motherboard atau Memory anda, coba cek ulang apakah kedua perangkat tersebut masih bisa berfungsi/terpasang dengan baik atau tidak.
4. Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali, artinya ada masalah pada monitor atau VGA Card.
5. Bunyi 'beep' panjang 1 kali dan pendek 3 kali, artinya ada masalah pada Keyboard, coba cek keyboard anda, atau coba kencangkan sambungan kabel dari keyboard yang biasanya terpasang ke port serial, ps2, ataupun usb.
6. Bunyi 'beep' panjang 1 kali dan pendek 9 kali, artinya ada masalah pada ROM BIOS.
7. Bunyi 'beep' panjang terus-menerus, artinya ada masalah di DRAM.
8. Bunyi 'beep' pendek terus-menerus, artinya ada masalah penerimaan tegangan (power).
9. Pada beberapa merk Motherboard akan mengeluarkan bunyi 'beep' beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu tinggi (panas).
Catatan : kode bunyi beep diatas berlaku pada AWARD BIOS, untuk jenis BIOS yang lain kemungkinan memiliki kode bunyi beep yang berbeda.
9. Problem peripheral/komponen lain
Masalah:
Speaker tidak bersuara
Komputer yang dipakai memiliki souncard lengkap dengan speakernya.Tetapi untuk memutar file musik atau video, speaker tidak bersuara.
Solusi
Lakukan pengecekan:
• Hidupkan speaker
• Cek hubungan kabel-kabel baik catu daya ataupun kabel audio.Apakah kabel sudah terhubung dengan soundcard..
• Cobalah mendengarkan dengan headphone atau speaker lain.jika suara terdengar maka kemunkinan yang bermasalah adalah speaker.
Kemunkinan lain adalahsoftware pemutar musik yang salah,lakukan langkah berikut:
• Putar file musik anda dengan software pemutar musik anda
• Jika penunjuk waktu pada software tersebut berjalan maka bukan software anda yang bemasalah.
10. Problem error di Ms.Windows
Problem windows yang umum terjadi akan segera bisa diperbaiki (reparasi) dengan cara mengklik tombol “Fix It”.
Microsoft akan segera memulai meletakkan tombol tersebut pada halaman- halaman dukungan (support) di webnya, yang akan menjelaskan problem-problem umum yang menyerang PC (personal computer) dan pengguna windows.
Klik “Fix It” berarti melakukan langkah download, lalu run, hingga menunjukkan serangkaian langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki problem-problem spesifik atau menghilangkan Bug.
Microsoft juga merencanakan untuk memperluas system “click to fix” tersebut pada pengguna fasilitas “Help” untuk mengcover dari kejadian / peristiwa crash.
Tombol “fix It” tersebut akan menolong para pengguna windows memperbaiki problem-problem umum seperti : me-restore icon-icon internet explorer ke desktop, dan memungkinkan DVD Library di media center Vista.
Microsoft juga merencanakan untuk memperluas system “Quick fix” terhadap sistem “Bug reporting” nya, sehingga akan normal kembali setelah terjadi crash atau problem software lainnya.
“Microsoft memiliki database yang berlimpah tentang problem-problem yang dialami para pengguna,” demikian kata Tim Danton, editor PC Pro.
Mengatasi masalah pada booting Windows
Banyak masalah yang terjadi pada waktu booting. Untuk mengatasinya Anda perlu tahu apakah masalah itu terjadi sebelum komputer menampilkan Windows splash screen. Bila ya kemungkinan besar terjadi masalah pada hardware atau BIOS.
Bila windows tidak menampilkan desktop screen
Mungkin Anda pernah mengalami masalah seperti ini. Kompoter Anda sudah menampilkan splash screen tapi ditunggu sampai lama windows tidak juga menampilkan desktop screen. Untuk mengatasinya Anda perlu booting pada Safe Mode. Caranya, pada saat komputer selesai melakukan "proses" BIOS tekanlah tombol [Ctrl] sampai muncul berbagai menu pilihan. Setelah itu pilihlah Safe Mode. Jika Anda termasuk beruntung maka Anda bisa masuk windows sampai desktop screen. Klik kanan pada My Computer, pilih Properties. Pillih pada tab Device Manager. Bila Anda melihat tanda seru pada salah satu Device yang ada berarti terjadi "konfilk" device. Untuk itu Anda perlu men-disable hardware yang mengalami masalah. Setelah itu Anda bisa restart.
Saat booting Windows langsung menampilkan "shutdown screen"
Saat booting windows 95/98 komputer Anda langsung menampilkan tulisan : It's now safe to turn off your komputer"
Penyebab :
Hal ini karena file Vmm32.vxd atau wininit.exe mengalami kerusakan.
1. Solusi
Anda harus meng-copy file wininit.exe dari cd Windows 95/98. Pada Windows 95 file wininit.exe terletak pada win95_11.cab. Untuk melakukan extract Anda dapat perlu masuk ke MS DOS Prompt lalu ketikkan extract . Bila Anda belum tahu perintah-perintah extract ketikkan extract /? lalu tekan enter.
2. Setelah itu restart komputer Anda.
Membuat file vmm32.exe baru
1. Restart komputer Anda. Untuk Windows 95, saat muncul tulisan "Starting Windows 95", tekan tombol F8, dan pilih Command Prompt Only. Untuk Windows 98, tekan terus tombol CTRL setelah komputer ANda melakukan Power On Self Test (POST), kemudian pilih Command Prompt Only.
2. Setelah itu pidah ke folder Windows\System dengan cara mengetikkan :
cd \windows\system
3. Ketikkan :
ren vmm32.vxd vmm32.old
4. Terakhir install lagi Windows 95/98
Cannot Find a Device File...Vnetsup.vxd
Saat booting windows 95 komputer Anda menampilkan pesan:
Cannot find a device file that may be needed to run Windows or a Windows application.
The Windows registry or System.ini file refers to this device file, but the device file no longer exists. If you deleted this file on purpose, try uninstalling the associated application using its uninstall program or setup program. If you still want to use the application associated with this device file, try reinstalling that application to replace the
missing file.
Vnetsup.vxd -atau- Dfs.vxd
Penyebab :
Kesalahan tersebut dapat terjadi bila Anda menghapus komponen Microsoft Network (pada properties Network).
Solusi :
• Untuk mengatasinya, ikuti langkah-langkah berikut :
Buka registry (caranya klik tombol Start, pilih Run. Ketikkan regedit lalu klik OK). Hapuslah nilai StaticVxD pada subkey Vnetsup pada : HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlset\
Services\VxD\vnetsup
atau
hapuslah nilai StaticVxD pada subkey DFS pada : HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlset\
Services\VxD\dfs
• Install dan hapus komponen Microsoft Network
Caranya : dari Control Panel klik dua kali pada Network. Klik Add - Adapter - Add lagi. Pada kotak Manufacturers, klik Detected Network Driver. Pada kotak Network Adapters, klik Existing NDIS2 Driver, dan terakhir klik OK. Setelah itu tutup Network. Bila Windows meminta restart, restartlah. Setelah itu masuk lagi ke Control Panel, klik dua kali pada Network. Klik network adapter lalu klik Remove. Terakhir klik OK. Biasanya komputer akan meminta Restart.
Kerusakan pada file win.com
Saat booting windows 95/98 komputer Anda menampilkan pesan:
• The following file is missing or corrupted: Win.com
• The following file is missing or corrupted: Win.com
• Program too big to fit in memory Cannot find Win.com, unable to continue loading Windows
• Program too large
Penyebab :
Hal ini bisa terjadi bila file win.com mengalami kerusakan. Ukuran untuk file win.com yang tepat adalah sebagai berikut :
Windows 95: 22,679 bytes
Windows 95 OSR 2 24,503 bytes
Windows 98: 24,791 bytes
Solusi :
Untuk mengatasinya, Anda harus membuat file win.com baru dengan cara mengekstrak file win.cnf dari CD Windows. Langkah komplitnya sebagai berikut :
1. Ekstrak file win.cnf dari CD Windows ke folder C:\Windows. Adapun letak file win.cnf adalah : Pada Windows 95 terletak pada file Win95_03.cab Pada Windows 98 terletak pada file Win98_28.cab
2. Setelah diekstrak kemudian gantilah nama win.cnf menjadi win.com. Caranya : ren c:\windows\win.cnf c:\windows\win.com
3. Terakhir restartlah komputer Anda
Saat shutdown windows 95/98 tidak menampilkan "shutdown screen"
Saat shutdown, windows 95/98 tidak menampilkan "shutdown screen" yang berupa tulisan It's now safe to turn off your computer.
Penyebab & Solusinya :
1. Komputer tidak dapat men-shutdown suatu program.
Sebelum komputer melakukan shutdown maka terlebih dahulu dia akan menutup program-program yang masih berjalan. Program-program tersebut bisa berupa antivirus, utility, atau yang lainnya. Nah, bila komputer Anda tidak bisa melakukan shutdown secara sempurna hal ini bisa terjadi karena komputer tersebut tidak dapat men-shutdown suatu program. Sebagai contoh pada program NetMedic. Pada saat kita menjalankan program NetMedic maka program tersebut juga akan menjalankan syshook.exe sebagai virtual device driver. Tetapi pada saat kita keluar dari NetMedic file syshook.exe tersebut masih "tertinggal" di memori. Nah, file-file seperti syshook.exe inilah yang antara lain menyebabkan terjadinya masalah. Salah satu cara untuk "mematikan" syshook.exe adalah dengan menampilkan Task Manager yaitu dengan menekan tombol [Ctrl] [Alt] [Del]. Pilih file syshook.exe dan tekan End Task.
Bila Anda mengalami masalah seperti di atas, cara gampangnya adalah dengan menutup semua program (yang terdapat pada Task Manager) kecuali :
Explorer
Rnnapp Osa
(jika Anda menginstall MS Office)
light (jika Anda memakai modem)
systray
Setelah semua program telah ditutup Anda bisa melakukan Shutdown (atau Restart).
2. Windows 98 SE memang mempunyai masalah pada beberapa hardware tertentu. Tetapi Microsft telah mengeluarkan patch untuk masalah tersebut dan bisa Anda dapatkan di situs Microsoft
Tidak dapat menghapus file
Saat Anda menghapus file, muncul kotak dialog :
Cannot delete "nama_file", cannot find the specified path.
Make sure you typed the right path.
Penyebab :
Hal ini terjadi karena Recycle Bin mengalami corrupt. Masalah ini biasanya muncul jika Anda menginstall dan meng-uninstall software Fix-It Utilities.
Solusi :
Untuk mengatasinya, ikuti langkah-langkah berikut ini :
1. Restart komputer Anda.
2. Sebelum muncul logo Windows, tekan F8 lalu pilih Command Prompt Only.
3. Pada Dos Prompt, ketikkan :
attrib -r -s -h c:\recycled
deltree c:\recycled
Label: artikel



